Diet Karbo Untuk Hidup Lebih Sehat



Assalamu'alaikum wr wb,

Setelah menikah hidup tiap orang pastilah berubah. Buat saya perubahan semakin besar terjadi setelah memiliki anak. Setelah punya anak, apa-apa yang saya lalukan pokoknya buat anak. Mulai dari belanja popoknya, bajunya, mainannya, makanannya, hingga tabungan untuk pendidikannya. Sampai-sampai waktu saya menyusui juga alasan makan banyak dan menggila adalah supaya ASI banjir, tetep alasannya DEMI anak, hahaha. Yang ada setelah melahirkan, menyusui, karena pola makan yang kurang terkontrol jadinya malah berat badan yang naik drastis. Akibatnya apa? Saya merasa kurang fit. Dan ketika anak makin aktif, makin berasa kalo sehat itu penting banget supaya bisa tetap keep up dengan aktifitas anak saya. Percayalah mengejar si kecil yang senangnya berlarian ke sana kemari itu butuh kondisi fisik prima dan tenaga ekstra buibuuuu, hahaha. *lap keringet*

Naya yang seperti ngga ada capeknya.

Selain excuse demi ASI melimpah, stres karena pekerjaan sering saya jadikan kambing hitam juga si, ihiks. Ya saya tipe orang yang kalo stres pelariannya ke makan. Jadi sering ngga sadar ni misalnya makannya pakai nasi yang banyak. Terus ngemilnya keripik kentang atau aneka chips lain. Minumnya kopi dan teh manis. Terus ngemil cokelat buat obat bahagia. Eits itu belum kalo lagi meeting di luar dan hang out sama teman-teman. Minimal minum kan ya. Terus minumnya yang maniiiiss. Eh kadang ngga makan berat si, cuma snacking aja ko. Apaan snackingnya? Hmm, ya kadang cheese cake, sesekali pancake, atau chocolate souffle aja ko. Eaaaa, banyak kan yaaaa.. Pantesan aja pas medical check up tahun lalu saya tergolong obes, hahaha. *cry*


Blame this food. LOL

Pada 8 September 2016 lalu, saya berkesempatan hadir dalam sebuah blogger luncheon bersama para blogger kece yang sudah jadi mamah-mamah. Makan siang hari itu juga dihadiri Ringgo Agus Rahman, istrinya Sabai dan anaknya yang super menggemaskan, Bjorka. Ternyata memang perubahan hidup yang saya curhatin di atas bukan saya sendiri yang ngalamin. Ringgo dan Sabai pun memiliki masalah yang sama. *toosss*  Ringgo sharing soal betapa semua perhatian tercurah semua ke Bjorka sampai kadang ngga ngeh lagi sama kondisi diri sendiri. Ternyata yang tadinya perutnya six pack, trus ko ya jadi lebih mirip sixth month, hihihi. Olahraga juga udah jarang banget, makannya juga jadi sembarangan. Ringgo sadar ia juga memiliki garis keturunan diabetes dari sang nenek. Dan meski terlihat ngga gemuk, setelah medical check up Ringgo dinyatakan obesitas. *ouch* Padahal, Ringgo masih punya harapan panjang untuk bisa tetap sehat sampai Bjorka tumbuh besar, nemenin dia main bola atau bahkan liat Bjorka punya anak.


Ringgo dan Sabai yang berbagi pengalamannya setelah memiliki Bjorka.

So, what should we do then? For me, Ringgo and Sabai. For parents who want to be healthier for their kids or family.


Mba Sheilla berbagi soal ada apa si dengan karbo?

Dan beruntunglah kemudian ada Mba Sheilla, seorang ahli gizi yang menuturkan apa sih sebenarnya yang salah kaprah dari pola makan orang Indonesia pada umumnya. Nah, pola makan yang misleading ini nih yang jadi biang kerok terjadinya sebuah penyakit yang disebut lifestyle disease atau penyakit yang disebabkan oleh lifestyle/gaya hidup. Contohnya ya seperti diabetes dan obesitas yang disebutkan tadi. Diabetes bahkan menjadi penyebab kematian terbesar ke-4 di Indonesia setelah kanker, jantung dan stroke. Fakta yang ditemukan oleh studi Riskesdas tahun 2007 makin membuka mata saya. Salah satunya adalah bahwa 1 dari 50 dewasa muda (25-34 tahun) terkena penyakit diabetes. Lengkapnya bisa dilihat dalam image berikut.

Fakta tentang diabetes dan keluarga Indonesia

Belum berasa makan, kalo belum makan nasi.

Pasti sering dengar guyonan di atas kan?! Yes, orang Indonesia itu banyak banget mengkonsumsi karbohidrat, contohnya nasi. Belum lagi mie yang dianggap sebagai lauk buat mendampingi nasi. Coba mana ngacung yang pernah makan mie sama nasi? hahaha. *saya, saya, saya* Terus apa yang salah sih sama asupan karbohidratnya kita-kita orang Indonesia ini?

Di Indonesia sendiri konsumsi nasi tiap tahunnya semakin bertambah. Saat ini, rata-rata orang Indonesia diperkirakan makan minimal 300 gram nasi tiap harinya. Selain nasi, ngaku deh kita masih mengkonsumsi banyak jenis sumber tinggi karbo (dari karbohidrat) lainnya seperti mie, kentang, gandum, sereal, roti putih, dan gula. Lha emang karbo sama gituh dengan gula? Jadi, makanan yang kita makan misalnya ni nasi, donat dengan topping manis mengandung banyak Glukosa. Glukosa itu merupakan bentuk paling sederhana dari karbohidrat. Dengan kata singkat ya GULA. Seringkali makanan yang kita konsumsi mengandung terlalu banyak glukosa. Padahal nih, kelebihan glukosa akan diubah menjadi LEMAK. Selain itu, insulin akan bekerja extra keras untuk mengolah glukosa tersebut. Jadilah si diabetes itu. Saya si otomatis langsung kalkulasi jumlah gula yang saya konsumsi tiap harinya. Oh noooo! *tepok jidat*


Konsumsi beras orang Indonesia



Apakah karbo = gula?

Lalu sebenarnya kebutuhan karbohidrat yang dibutuhkan seberapa banyak sih? 

Kebutuhan kalori dan karbohidrat harian

Masih inget kan dari info sebelumnya bahwa orang Indonesia sehari makan nasi 300 gr/hari?! Nah itu baru nasi aja tuh. Sekarang dari ilustrasi di atas kebayang kan bahwa asupan karbo orang Indonesia termasuk saya itu udah berlebihan banget. Faktanya, kalori yang dibutuhkan tubuh ngga melulu didapat dari kehadiran karbo lho. Misalnya sepiring nasi uduk dengan lauk pauk bisa digantikan dengan 100 gr dada ayam panggang.


Kalori VS Karbo

GLYCEMIC INDEX atau INDEKS GLIKEMIK adalah angka yang menunjukkan kecepatan kenaikan gula darah terhadap glukosa yang  dikonsumsi. Makanan yang memiliki low GI akan dicerna perlahan, sehingga gula darah stabil. Akibatnya kita akan merasa kenyang lebih lama dan membutuhkan porsi makan lebih sedikit & tidak berlebihan. Makanan yang memiliki GI yang rendah bisa didapat dari kacang-kacangan seperti kedelai, almond, lalu buah-buahan ataupun susu.

Di image berikut ada fakta soal makanan yang kita makan ni. Ilustrasi makanan kita dari pagi sampai siang. Ternyata kebutuhan karbohidrat yang kita makan tiap harinya 50% lebih banyak dari kebutuhan yang seharusnya dikonsumsi. *woot* Bandingkan jika kita mengkonsumsi makanan yang rendah GI untuk menu sehari-hari. 

Menu High GI


Menu low GI


Kemudian pertanyaan terbesarnya adalah...

Bisakah Orang Indonesia mengurangi karbohidrat?

Menohok banget ngga si pertanyaannya, hihihi. Sekarang giliran Mba Dafina, Product Marketing Manager SOYJOY berbagi temuan yang sungguh eye-opening buat saya.

61%  responden merasa tidak mampu mengurangi  asupan karbohidrat karena takut kelaparan.





Ya ampooon, iya banget sih itu emang. Berasa ngaca yaaaa, hahaha.. Padahal yah seperti yang sudah saya share sebelumnya, ada banyak banget sumber makanan yang memiliki low GI tapi tetap bisa memenuhi kebutuhan karbohidrat. Salah satunya adalah kedelai. Mba Dafina juga memberi tips yang sangat mudah untuk mendapatkan pola makan lebih sehat dengan menjaga asupan karbo, yaitu dengan cara mengkonsumsi SOYJOY 2 jam sebelum makan. Mengkonsumsi  SOYJOY 2 jam sebelum makan besar bisa membantu mengurangi porsi karbohidrat harian yang dibutuhkan tubuh. SOYJOY sendiri merupakan snack yang terbuat dari kedelai yang memiliki indeks glikemiks yang rendah, hanya 22 saja lho.


Pretty package, what's inside?

Isi paket cantiknya. *love love*

SOYJOY terbuat dari kedelai yang kaya akan serat dan protein sehingga dicerna perlahan oleh tubuh sehingga bisa mengontrol nafsu makan. Banyak juga yang belum tau bahwa kedelai mengandung banyak nutrisi baik sehingga seringkali digolongkan ke dalam super food, setara dengan chia seeds yang sedang hits banget saat ini. Tapi kedelai jauh lebih mudah didapat dan terjangkau dong yah booo, cocok buat buibu seperti saya, hehehe. Lagipula, kedelai memiliki GI yang rendah. Selain itu SOYJOY juga gluten-free dan berbahan baku kedelai yang merupakan non-GMO (non-Genetically Modified Organism) alias bukan hasil rekayasa genetika. Jadi amaaaan..




Menu sehat rendah karbo versi saya.

Penasaran kaaaan? Ringgo udah nyobain duluan lho cara yang dibisikin Mba Dafina tadi yaitu makan 2 SOYJOY 2 jam sebelum makan besar. Saya udah nonton teasernya di Pesan Untuk Bjorka.
Saya juga mau banget mengurangi asupan karbo dengan makan SOYJOY 2 jam sebelum makan. Apapun deh saya lakukan untuk hidup lebih sehat, demi anak, demi keluarga! Yuk yuk kamu tonton juga deh Youtube channelnya Pesan Untuk Bjorka dan rencanakan hidup lebih sehat dengan mengurani asupan karbo kamu. Biar kita sehat bareng, biar bisa mendampingi anak sampai tuaaaaa...






Bersama mommy blogger dari Blogger Perempuan. :* (photo by Mba Nunik)

Bersama seluruh blogger yang hadir. (photo by Mba Nunik)

Love you life. :D

Wassalamu'alaikum wr wb.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel